Senin, 13 Februari 2012

Pantura

Di karenakan seringnya melakukan perjalan dari kota Tangerang – Solo maupun sebaliknya dengan menggunakan Transportasi Angkutan Umum sampai seterusnya menggunakan sepeda motor dengan melalui jalur Pantura Atau Jalur Pantai Utara. Wira wiri dari Tangerang – Solo dan sebaliknya bukanlah tanpa alasan karena pada saat itu saya berkegiatan di salah satu Percetakan yang berada di Kartasura – Jawa Tengah, karena seringnya melalui jalur pantura membuat ke ingin tahuan saya akan jalur yang sering di lewati oleh pengguna jalan darat ini terlebih saat menjelang lebaran tiba di mana jalur ini menjadi sangat ramai dan padat bahkan sampai menimbulkan kemacetan yang panjang.

Jalur Pantura (Jalur Pantai Utara) adalah istilah yang digunakan untuk menyebut jalan nasional sepanjang 1.316 km antara Merak hingga Ketapang, Banyuwangi di sepanjang pesisir utara Pulau Jawa, khususnya antara Jakarta dan Surabaya. Jalur ini sebagian besar pertama kali dibuat oleh Daendels yang membangun Jalan Raya Pos (De Grote Postweg) dari Anyer ke Panarukan pada tahun 1808-an. Tujuan pembangunan Jalan Raya Pos adalah untuk mempertahankan pulau Jawa dari serbuan Inggris. Pada era perang Napoleon, Belanda ditaklukkan oleh Perancis dan dalam keadaan perang dengan Inggris.

Jalur pantura

Jalur Pantura melintasi 5 provinsi: Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur. Ujung paling barat terdapat Pelabuhan Merak, yang menghubungkannya dengan Pelabuhan Bakauheni di Pulau Sumatra, ujung paling selatan dari Jalan Trans Sumatra. Ujung paling timur terdapat Pelabuhan Ketapang yang menghubungkannya dengan Pelabuhan Gilimanuk di Pulau Bali. Jalur Pantura merupakan jalan yang menghubungkan bagian barat Pulau Jawa dan bagian timurnya.

Jalur Pantura melintasi sejumlah kota-kota besar dan sedang di Jawa, selain Jakarta, antara lain Cilegon, Tangerang, Bekasi, Cirebon, Tegal, Pekalongan, Semarang, Demak, Kudus, Pati, Rembang, Tuban, Surabaya, Pasuruan, Probolinggo, dan Banyuwangi. Selain jalan arteri, terdapat jalan tol di Pantura, yaitu:
•Jalan tol Jakarta-Merak (Banten)
•Jalan tol Jakarta-Cikampek (Karawang)
•Jalan tol Palimanan-Kanci (Cirebon)
•Jalan tol Dalam Kota Semarang
•Jalan tol Surabaya-Gresik
•Jalan tol Surabaya-Gempol (Pasuruan)

Jalur Pantura Pantauan Udara

Jalur ini memiliki signifikansi yang sangat tinggi dan menjadi urat nadi utama transportasi darat, karena setiap hari dilalui 20.000-70.000 kendaraan. Jalur Pantura menjadi perhatian utama saat menjelang Lebaran, bahkan pada saat menjelang Lebaran volume kendaraan dapat meningkat di mana arus mudik melimpah dari barat ke timur.

Arus paling padat tedapat di ruas Jakarta-Cikampek-Cirebon-Tegal-Semarang. Di Cikampek, terdapat percabangan menuju ke Bandung (dan kota-kota di Jawa Barat bagian selatan). Di Tegal, terdapat percabangan menuju ke Purwokerto (dan kota-kota di Jawa Tengah bagian selatan). Di Semarang, terdapat percabangan menuju ke timur (Surabaya-Banyuwangi) dan menuju ke selatan (Solo-Madiun).

Kepadatan jelang Lebaran
Sumber : Berbagai Sumber

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar